fsb.ung.ac.id, Pengabdian – Semangat literasi dan kreativitas sastra kembali digaungkan oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia melalui kegiatan Pelatihan Teknik Penulisan Puisi yang berlangsung di SMA Negeri 7 Prasetya Gorontalo, Selasa (12/05/2026) pukul 10.45 WITA. Kegiatan ini diikuti oleh 24 siswa kelas X yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian pelatihan.
Pelatihan tersebut diselenggarakan sebagai wadah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi sekaligus mengembangkan kreativitas dan keberanian mereka dalam mengekspresikan gagasan melalui karya sastra.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Reymon Tuwenu, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kemampuan menulis merupakan keterampilan penting yang perlu terus dikembangkan oleh siswa, khususnya dalam bidang bahasa dan sastra. Ia juga mengapresiasi mahasiswa yang telah menghadirkan kegiatan edukatif dan inspiratif bagi peserta didik.
Turut mendampingi kegiatan tersebut dosen pembimbing Dr. Herson Kadir, M.Pd. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa puisi bukan sekadar rangkaian kata, tetapi juga media untuk menyampaikan perasaan, ide, dan imajinasi secara kreatif. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu melatih kemampuan berpikir kritis sekaligus membangun rasa percaya diri siswa dalam menyampaikan gagasan melalui karya sastra.
Materi pelatihan disampaikan oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, yakni Dewi Pusfita, Nur Fadillah Triangriani Ishak, Sri Dewi Pertiwi Mursali, Anisa Betta, Ghefira Paputungan, dan Fauzia.
Dalam pemaparannya, para pemateri menjelaskan berbagai teknik dasar penulisan puisi, mulai dari pengertian puisi, karakteristik, unsur intrinsik dan ekstrinsik, jenis-jenis puisi, struktur puisi, hingga langkah-langkah menyusun puisi yang menarik, terstruktur, dan mudah dipahami pembaca.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para siswa terlihat aktif memperhatikan materi yang disampaikan, bahkan beberapa di antaranya turut memberikan pertanyaan dan tanggapan mengenai pengalaman pertama mereka dalam menulis puisi. Diskusi yang berlangsung hangat membuat kegiatan terasa lebih hidup dan menyenangkan.
Pelatihan ini bertujuan melahirkan penulis-penulis muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam menulis, tetapi juga memiliki kepekaan rasa dan keberanian dalam berkarya. Kegiatan ini juga menjadi upaya untuk mematahkan anggapan bahwa puisi adalah karya yang rumit dan sulit dipahami.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta diajak untuk lebih bebas mengekspresikan diri melalui tulisan yang jujur dan autentik. Selain memperoleh pemahaman teknis mengenai penulisan puisi, siswa juga mendapatkan manfaat dalam pengembangan diri, seperti meningkatnya kepekaan emosional, kemampuan berbahasa yang lebih puitis, hingga keberanian menyampaikan perasaan dan gagasan secara kreatif.
Tidak hanya itu, menulis puisi juga diperkenalkan sebagai sarana positif untuk mengelola emosi dan menyalurkan perasaan menjadi karya yang bermakna. Para peserta bahkan didorong untuk terus berkarya dan membuka peluang memublikasikan hasil tulisan mereka di media maupun dalam bentuk antologi bersama.
Di akhir kegiatan, para pemateri dan pihak sekolah berharap pelatihan ini dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berkarya dan mencintai dunia sastra. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan budaya literasi di kalangan generasi muda semakin berkembang dan mampu melahirkan karya-karya autentik yang memberikan warna baru dalam dunia sastra.
#FSBMOLAMAHU