Penguatan Literasi Kritis di Sekolah: Mahasiswa FSB UNG Gelar Pelatihan Analisis Kritik dan Esai di SMA Muhammadiyah Batudaa

fsb.ung.ac.idPengabdian – Upaya peningkatan literasi kritis di kalangan pelajar terus diperkuat melalui kegiatan berbasis pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo, menyelenggarakan Pelatihan Teknik Menentukan dan Menganalisis Kritik dan Esai bagi siswa kelas X di SMA Muhammadiyah Batudaa pada Selasa, 28 April 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi proyek mata kuliah Kajian Fiksi yang diampu oleh Dr. Herson Kadir, M.Pd. Program ini dirancang sebagai bentuk integrasi antara pembelajaran teoretis di kampus dengan praktik nyata di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.

Pelatihan difokuskan pada penguatan kemampuan siswa dalam memahami serta menganalisis teks kritik dan esai secara sistematis. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar kritik dan esai, struktur penulisan, karakteristik bahasa, serta teknik mengidentifikasi dan mengembangkan argumen secara logis dan kritis. Pendekatan yang digunakan bersifat interaktif, dengan mengombinasikan pemaparan materi, diskusi, dan latihan analisis teks.

Secara ilmiah, kegiatan ini berangkat dari urgensi pengembangan higher order thinking skills (HOTS) dalam pembelajaran bahasa. Kemampuan menganalisis kritik dan esai tidak hanya menuntut pemahaman isi teks, tetapi juga melibatkan proses evaluasi, interpretasi, serta kemampuan menyusun argumen yang berbasis data dan logika. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam membekali siswa dengan keterampilan berpikir kritis yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.

Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi, terutama saat praktik analisis teks dan diskusi kelompok. Mahasiswa juga berperan aktif sebagai fasilitator yang mendampingi siswa dalam memahami materi serta mengarahkan proses berpikir kritis mereka.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu memahami perbedaan antara kritik dan esai, tetapi juga terampil dalam menganalisis serta menyusun gagasan secara sistematis dan argumentatif. Selain itu, kegiatan ini mempertegas peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menjembatani kebutuhan pembelajaran di sekolah dengan perkembangan keilmuan di perguruan tinggi.

Ke depan, model pengabdian seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas literasi dan kompetensi akademik siswa secara berkelanjutan.

#FSBMOLAMAHU