Perangi Narkoba di Kalangan Pelajar, Mahasiswa UNG Mengajar Batch 9 Sasar MAS Muhammadiyah Isimu

fsb.ung.ac.idPengabdian – Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program UNG Mengajar Batch 9. Kali ini, mahasiswa melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba di MAS Muhammadiyah Isimu sebagai upaya preventif dalam menekan potensi penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar, Senin, 20 Januari di Aula MAS Muhammadiyah Isimu.

Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan kesadaran sosial siswa. Sosialisasi dirancang secara interaktif dan edukatif, sehingga mampu mendorong partisipasi aktif peserta didik dalam memahami isu narkoba secara komprehensif.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menghadirkan narasumber dari kepolisian, yakni Bapak Arman Hantoe selaku Kanit Binmas Polsek Tibawa, yang memaparkan secara ilmiah mengenai klasifikasi narkotika, dampak neuropsikologis dan fisiologis yang ditimbulkan, serta implikasi hukum dari penyalahgunaannya. Selain itu, siswa juga diajak mengembangkan kesadaran kritis terhadap lingkungan pergaulan serta pentingnya ketahanan diri dalam menghadapi pengaruh negatif.

Guru pamong Bahasa Inggris Moh. Desriyanto Kau, S.S memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini karena dinilai relevan dengan dinamika remaja saat ini yang rentan terhadap tekanan sosial dan lingkungan. Edukasi berbasis literasi kesehatan dan hukum seperti ini dinilai mampu membekali siswa dengan pengetahuan preventif sejak dini.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Kepala Sekolah Selvianty Dunggi, S.Pd yang berharap kegiatan sosialisasi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat kesadaran kolektif siswa terhadap bahaya narkoba serta mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Haris Danial, S.Pd., M.A menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai sosial yang konstruktif di lingkungan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNG Mengajar berhasil mengintegrasikan pendekatan edukatif dan preventif dalam membangun kesadaran generasi muda. Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat, resilien, dan berintegritas di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.