fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, (Bastrasia) Fakultas Sastra dan Budaya (FSB), Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar lokakarya bertajuk “Mendeley: Manajemen Referensi untuk Karya Ilmiah” pada Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat literasi akademik mahasiswa di era digital.
Lokakarya yang berlangsung di Ruangan Taleningo, Lantai 2 FSB ini diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa dan Sastra Indonesia periode 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber, Apriadi Bumbungan, S.S., M.Hum., yang memberikan pemaparan mendalam terkait penggunaan Mendeley sebagai alat bantu pengelolaan referensi ilmiah.
Ketua jurusan Bastrasia FSB UNG, Dr. Ulfa Zakaria, S.Pd, M. Hum dalam sambutannya menegaskan bahwa penguasaan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley menjadi kebutuhan mendesak di era digital. Menurutnya, masih banyak penulis karya ilmiah yang menghadapi kendala dalam pengutipan dan penyusunan daftar pustaka secara sistematis dan konsisten.
“Melalui lokakarya ini, kami ingin membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dalam mengelola referensi, sehingga mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, bebas plagiarisme, dan sesuai standar akademik,” ujar Dr. Ulfa.
Dr. Ulfa mengatakan, dalam sesi pemaparan, peserta diperkenalkan pada berbagai fitur utama Mendeley, mulai dari pengelolaan database referensi, integrasi dengan perangkat lunak pengolah kata, hingga teknik sitasi otomatis menggunakan berbagai gaya penulisan seperti APA dan MLA. Peserta juga diberikan kesempatan untuk praktik langsung, mulai dari mengimpor jurnal hingga menyusun daftar pustaka secara otomatis.
“Alhamdulillah, antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Banyak peserta aktif bertanya terkait kendala teknis yang sering dihadapi, seperti sinkronisasi data, pengelolaan file PDF, hingga cara menghindari kesalahan sitasi,” ujarnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Apriadi menekankan pentingnya penguasaan aplikasi manajemen referensi di tengah tuntutan akademik yang semakin kompleks. Menurutnya, penggunaan Mendeley tidak hanya mempermudah proses sitasi dan penyusunan daftar pustaka, tetapi juga meningkatkan akurasi serta integritas karya ilmiah.
“Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan teknologi. Pengelolaan referensi yang baik akan berdampak langsung pada kualitas tulisan dan mencegah kesalahan sitasi,” ujarnya di hadapan peserta.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Aleysha Ramadania ini diikuti secara khusus oleh mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Peserta diwajibkan membawa perangkat laptop untuk mengikuti sesi praktik langsung, mulai dari instalasi aplikasi, pengelolaan database referensi, hingga integrasi dengan perangkat lunak pengolah kata.
Dalam kesempatan yang sama, ketua panitia sekaligus Ketua Bidang Penalaran Keilmuan HMJ Bahasa dan Sastra Indonesia, (Abdillah Muh. Saldi Ancu), menambahkan bahwa lokakarya ini merupakan bagian dari program kerja bidang penalaran dan keilmuan HMJ. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah yang sistematis, kredibel, dan sesuai dengan kaidah akademik.
Senada dengan Abdillah Muh. Saldi Ancu, salah satu peserta Nurain mengaku kegiatan ini sangat membantu, terutama dalam menyelesaikan tugas akhir. “Selama ini saya masih menyusun daftar pustaka secara manual. Dengan pelatihan ini, pekerjaan menjadi lebih cepat dan rapi,” ungkapnya.
Lokakarya Mendeley ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir sekaligus meningkatkan budaya literasi ilmiah di lingkungan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong budaya akademik yang lebih profesional di lingkungan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FSB UNG serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global, khususnya dalam menghasilkan karya ilmiah yang kredibel dan terstandar.
